
TANGERANG SELATAN, vonisinvestigasi.id – Sahabat Jawara Bersatu (SJB) Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya sebagai organisasi kemasyarakatan yang mengedepankan nilai-nilai agama, budaya, serta semangat persatuan dalam setiap aktivitasnya.
Hal tersebut disampaikan Ketua SJB Kota Tangerang Selatan, Subra Wijaya, saat ditemui di kediamannya di kawasan Lengkong Gudang Timur (Leguti), Serpong, Senin (20/7/2026).
Menurut Subra, SJB dibentuk sebagai wadah yang mengedepankan perdamaian, kebersamaan, dan pelestarian budaya, sekaligus menolak segala bentuk kekerasan maupun tindakan premanisme.
“SJB adalah organisasi yang menjunjung tinggi nilai agama dan budaya. Kami terbuka untuk semua warga negara tanpa membedakan suku, agama, usia, maupun latar belakang. Yang terpenting adalah semangat kebersamaan untuk membangun masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah Surat Keputusan (SK) kepengurusan diterbitkan, SJB akan segera melakukan audiensi dengan berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan di Kota Tangerang Selatan, mulai dari Pemerintah Kota, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh budaya, pelaku usaha, hingga organisasi kemasyarakatan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya membangun sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat.
Saat ini, kata Subra, SJB Tangsel telah memiliki sekitar 70 pengurus dan anggota yang aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi. Setiap anggota diberikan kartu tanda anggota (KTA) dan atribut organisasi tanpa dipungut biaya, dengan syarat tetap berpartisipasi aktif dalam seluruh agenda SJB.
“Keaktifan anggota menjadi hal penting. Kami ingin seluruh anggota benar-benar mengabdi kepada masyarakat, bukan hanya memiliki atribut organisasi,” katanya.
Selain bergerak di bidang sosial, SJB juga siap mendukung berbagai kegiatan masyarakat melalui penyediaan unsur budaya Betawi seperti palang pintu, ondel-ondel, pencak silat, debus, hingga pengamanan kegiatan masyarakat apabila dibutuhkan.
Dalam waktu dekat, Dewan Pimpinan Pusat SJB juga berencana menggelar Tabligh Akbar yang dipadukan dengan pertunjukan seni bela diri dan budaya Betawi sebagai upaya memperkuat nilai religius sekaligus melestarikan budaya lokal.
“Kami ingin mengajak masyarakat semakin mencintai agama, budaya, serta menjaga persatuan dan lingkungan melalui kegiatan yang positif,” pungkas Subra. (ams)








