BANJARNEGARA – Tantangan pertandingan futsal yang dilayangkan kalangan Advokat Wonosobo kepada Advokat Banjarnegara berujung tanpa kehadiran pihak penantang. Meski demikian, Advokat Banjarnegara tetap menunjukkan komitmennya dengan turun ke lapangan sesuai jadwal yang telah disepakati.
Pertandingan persahabatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat pukul 17.00 WIB di Lapangan Mini Soccer The Pikas Banjarnegara. Bahkan, persiapan telah dilakukan sejak sepekan sebelumnya, termasuk pemesanan lapangan untuk mengakomodasi pertandingan kedua kelompok advokat tersebut.
Namun, hingga waktu yang ditentukan, rombongan Advokat Wonosobo tidak kunjung datang. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa faktor cuaca hujan menjadi alasan ketidakhadiran pihak penantang.
Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian tersendiri bagi Advokat Banjarnegara. Pasalnya, agenda pertandingan telah dipersiapkan jauh-jauh hari sebagai bentuk keseriusan dalam menyambut tantangan yang sebelumnya disampaikan.
Meski pihak lawan tidak hadir, Advokat Banjarnegara tidak lantas membatalkan kegiatan. Para advokat yang sudah berkumpul tetap memanfaatkan lapangan yang telah dipesan untuk menggelar pertandingan internal.
Koordinator Advokat Banjarnegara, Muh. Risky Rifai, menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka terhadap tantangan pertandingan persahabatan dari komunitas advokat mana pun.
“Advokat Banjarnegara selalu siap menerima tantangan dari siapa pun. Jangan pernah meragukan keberanian kami. Meski langit runtuh sekalipun, semangat kami tidak akan surut. Kami siap turun ke lapangan!” tegas Risky.
Menurutnya, pertandingan persahabatan semestinya tidak hanya dipandang sebagai ajang adu kemampuan fisik, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, dan memperkuat solidaritas antarkomunitas profesi hukum.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komitmen terhadap kesepakatan yang telah dibuat. Sebagai bagian dari profesi hukum, konsistensi antara ucapan dan tindakan merupakan salah satu nilai yang patut dijunjung tinggi.
“Seorang advokat sepatutnya memiliki komitmen terhadap apa yang sudah dijanjikan. Jangan hanya berani melontarkan tantangan, tetapi ketika waktunya tiba justru tidak hadir. Berbagai alasan bisa saja muncul, tetapi komitmen tetap harus dijaga. Integritas itu dibuktikan melalui tindakan,” ujarnya.
Bagi Advokat Banjarnegara, olahraga bukan semata-mata tentang kemenangan maupun menunjukkan kekuatan fisik. Kegiatan semacam ini juga menjadi ruang positif untuk menjaga kebugaran, kesehatan, membangun persaudaraan, serta memperluas komunikasi di antara sesama praktisi hukum.
Meski pertandingan persahabatan dengan Advokat Wonosobo belum terlaksana, Advokat Banjarnegara menyatakan tetap terbuka apabila agenda serupa hendak dijadwalkan kembali.
Pada akhirnya, tantangan boleh datang dari mana saja. Namun, sebuah kesepakatan tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata. Komitmen harus dibuktikan melalui tindakan dan kehadiran.
Advokat Banjarnegara: Keberanian, Integritas, dan Persaudaraan.









