vonisinvestigasi.id – Fotografer asal Thailand, Wutimet Bunyasirisith, meraih penghargaan The Pano Awards Southeast Asia Open Photographer of the Year 2026 dalam kompetisi fotografi panorama internasional, The 17th Epson International Pano Awards.
Wutimet, fotografer lanskap, seni rupa, dan perjalanan yang berbasis di Bangkok, mendapatkan penghargaan tersebut melalui karya berjudul The Emerald Arch Over Lofoten, Norway.
Foto tersebut menampilkan fenomena aurora borealis atau Cahaya Utara yang membentuk lengkungan di atas pegunungan Lofoten, Norwegia. Cahaya berwarna hijau itu membingkai puncak gunung dan menciptakan pantulan yang nyaris sempurna di permukaan perairan pesisir.
Wutimet mengungkapkan, proses pengambilan gambar berlangsung dalam kondisi cuaca ekstrem. Suhu yang membekukan, angin kencang, serta air laut yang sangat dingin menjadi tantangan selama proses pemotretan.
Menurut dia, fenomena aurora yang muncul malam itu memiliki bentangan sangat luas sehingga tidak dapat ditangkap dalam satu bingkai, meski menggunakan lensa ultra-wide 12 milimeter.
“Satu-satunya pilihan saya adalah mengambil foto panorama. Setelah menggabungkan beberapa bingkai, saya baru menyadari aurora tersebut membentuk lengkungan sempurna yang membingkai puncak gunung,” kata Wutimet.
Dia menambahkan, permukaan air yang tenang turut memantulkan cahaya aurora sehingga menghasilkan komposisi visual seperti cermin.
Wutimet mengaku bangga dapat mewujudkan foto tersebut di tengah berbagai tantangan alam. Proses pemotretan bahkan mengharuskannya berjalan menerobos air laut yang sangat dingin untuk mendapatkan sudut pengambilan gambar yang diinginkan.
Sementara itu, Regional Managing Director Epson Southeast Asia, Siew Jin Kiat, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti berkembangnya kemampuan fotografer Asia Tenggara dalam menghasilkan karya fotografi berkelas internasional.
Menurut Siew, selama tiga tahun berturut-turut Epson mendukung kompetisi tersebut sebagai sponsor utama bersama Epson Australia.
“Karya Wutimet menunjukkan semangat, visi, dan kedisiplinan teknis yang luar biasa. Kami bangga dapat mendukung komunitas kreatif di Asia Tenggara,” ujarnya.
Dia menilai semakin banyak fotografer dari kawasan Asia Tenggara yang menjelajahi berbagai negara untuk menghasilkan karya visual dengan kualitas dan perspektif global.
Kurator kompetisi, David Evans, juga memberikan apresiasi terhadap karya Wutimet. Dia menyebut fotografi panorama membutuhkan perpaduan antara kemampuan artistik dan penguasaan teknis, terutama ketika fotografer menghadapi fenomena alam yang sulit diprediksi.
Menurut Evans, keberhasilan Wutimet mengabadikan aurora dalam komposisi panorama yang utuh di tengah suhu di bawah nol derajat merupakan pencapaian luar biasa.
Dia juga menyoroti konsistensi fotografer Asia Tenggara yang terus mengembangkan kreativitas dalam skala dan penceritaan visual.
Sebagai sponsor utama bersama, Epson Southeast Asia dan Epson Australia mendukung perkembangan fotografi melalui teknologi pencitraan, termasuk printer foto profesional Epson SureColor dan proyektor ultra-tipis.
Teknologi tersebut dirancang untuk menghasilkan akurasi warna serta kualitas cetak yang mampu mempertahankan detail dan kekayaan visual foto dalam jangka panjang.
Kompetisi The Epson International Pano Awards merupakan ajang fotografi panorama yang mempertemukan fotografer dari berbagai negara. Memasuki penyelenggaraan ke-17, kompetisi ini kembali memberikan panggung bagi karya fotografi panorama terbaik dunia.
Galeri lengkap para pemenang dan karya pilihan kompetisi 2026 dapat dilihat melalui situs resmi The Pano Awards di https://thepanoawards.com/2026-winners-gallery/.









