BANJARNEGARA – Talud longsor yang terjadi di Jalan Raya Banjarnegara–Wonosobo, tepatnya di sekitar Jembatan Gendol, Desa Singomerto, Kecamatan Sigaluh, mengakibatkan putusnya pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Serayu.
Merespons kejadian tersebut, Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali bersama Sekretaris Daerah, Plt Direktur Perumdam Tirta Serayu, serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) langsung meninjau lokasi untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Longsor ini berakibat pada terputusnya pipa PDAM. Kami langsung berkoordinasi dengan BBPJN dan pihak Perumdam Tirta Serayu untuk gerak cepat penanganan, baik untuk akses jalan maupun pasokan air masyarakat,” kata Wakhid, Kamis (16/7/2026).
Ia meminta Perumdam Tirta Serayu segera melakukan langkah darurat agar distribusi air bersih kepada masyarakat tetap dapat berlangsung selama proses perbaikan berlangsung.
“Prioritas saat ini kami meminta pihak PDAM agar segera melakukan penanganan darurat terkait pendistribusian air. Yang terpenting masyarakat tetap terlayani,” tegasnya.
Selain itu, Wakhid mengimbau para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan saat melintasi ruas jalan tersebut karena proses penanganan mulai dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Plt Direktur Perumdam Tirta Serayu, Fauzan, membenarkan bahwa longsoran menyebabkan pipa JDU berdiameter DN250 yang berasal dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 terlepas sekitar pukul 07.00 WIB. Akibatnya, pasokan air ke pelanggan di wilayah Kota Banjarnegara hingga Bawang terpaksa dihentikan sementara.
Menurut Fauzan, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya penanganan darurat agar jaringan dapat segera dipulihkan.
“Dari instalasi pengolahan air terdapat dua pipa. Pipa DN300 masih aman, sedangkan pipa DN250 mengalami kerusakan akibat longsor. Perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari,” ujarnya.
Selama proses perbaikan berlangsung, Perumdam Tirta Serayu akan menyalurkan bantuan air bersih melalui mobil tangki ke wilayah-wilayah yang terdampak gangguan layanan.
Perumdam juga mengimbau seluruh pelanggan untuk bersabar selama proses pemulihan infrastruktur dilakukan dan memastikan seluruh upaya terus dilakukan agar distribusi air bersih dapat kembali normal secepat mungkin. (**)









