BANJARNEGARA, – Mantan pelatih Tim Nasional Indonesia, Indra Sjafri, menilai Kabupaten Banjarnegara memiliki potensi besar melahirkan pesepak bola berkualitas. Hal itu disampaikannya saat bertemu Bupati Banjarnegara Amalia Desiana di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, Jumat (10/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Indra menekankan pentingnya pembinaan sepak bola usia dini yang dimulai dari desa. Menurutnya, banyak pemain berbakat Indonesia berasal dari daerah karena memiliki kemampuan gerak alami dan daya juang yang tinggi.
“Banyak pemain hebat lahir dari desa. Anak-anak desa memiliki kemampuan gerak yang baik. Jika dibina secara sistematis, didukung pelatih yang kompeten, serta dibentuk karakter dan akhlaknya, mereka bisa menjadi pemain hebat,” ujar Indra.
Ia menyebut Banjarnegara telah membuktikan kualitasnya melalui lahirnya pemain Timnas Indonesia, seperti Syahrian Abimanyu dan Rio Fahmi, yang turut mempersembahkan medali emas SEA Games bagi Indonesia.
Karena itu, Indra berharap Pemerintah Kabupaten Banjarnegara terus memperkuat pembinaan sepak bola usia dini melalui penyelenggaraan kompetisi yang berkelanjutan serta peningkatan kualitas pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB).
Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak di daerah agar tidak minder dalam mengejar cita-cita menjadi pesepak bola profesional.
“Anak desa jangan berkecil hati. Saya sendiri berasal dari desa dan bisa berkontribusi untuk sepak bola Indonesia. Teruslah berlatih dengan tekun dan manfaatkan setiap kesempatan yang ada,” pesannya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sepak bola dari tingkat akar rumput. Menurutnya, potensi talenta muda di desa-desa Banjarnegara sangat besar dan perlu mendapatkan ruang untuk berkembang.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Banjarnegara akan menggelar Bupati Cup (Liga Tarkam) yang dijadwalkan mulai bergulir pada 12 Juli 2026. Turnamen antardesa tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang pencarian bibit-bibit pesepak bola berbakat.
“Kompetisi seperti ini bukan hanya menjadi sarana pembinaan talenta muda, tetapi juga hiburan masyarakat. Bahkan, turnamen antardesa mampu menarik perhatian klub-klub lokal dan menghadirkan pemain profesional untuk memperkuat tim masing-masing,” kata Amalia.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Ketua Askab PSSI Banjarnegara, serta Ketua KONI Banjarnegara. Kehadiran Indra Sjafri diharapkan semakin memotivasi pemerintah daerah dan insan sepak bola Banjarnegara untuk terus membangun pembinaan yang berjenjang menuju prestasi di tingkat nasional.
(**)









