DIENG, BANJARNEGARA — Dieng Culture Festival (DCF) kembali menjadi ruang pertemuan antara kebudayaan, seni, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Tidak hanya menghadirkan berbagai tradisi dan pertunjukan seni, festival tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan produk unggulan daerah, termasuk produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Banjarnegara.
Salah satu produk lokal yang mendapat perhatian adalah Kopi Dieng, komoditas unggulan dari kawasan dataran tinggi Banjarnegara yang terus menunjukkan perkembangan kualitas dan daya saing. Produk kopi lokal tersebut bahkan berhasil menorehkan prestasi dalam ajang kopi tingkat nasional.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, seniman, budayawan, pelaku UMKM, komunitas kreatif, pelaku pariwisata, serta masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mengangkat potensi dan identitas daerah.
Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengatakan, festival budaya seperti DCF tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat memberikan keterangan kepada sejumlah jurnalis di sela kegiatan DCF.
“Budaya adalah identitas, seni adalah ekspresi, UMKM adalah kekuatan ekonomi masyarakat. Ketika semuanya dikolaborasikan, maka sebuah festival bukan hanya menjadi tontonan, tetapi menjadi gerakan untuk memajukan daerah.”
Menurutnya, keberadaan festival juga memberikan ruang bagi para seniman untuk menampilkan karya dan kreativitas mereka. Pada saat yang sama, pelaku UMKM mendapatkan kesempatan memperkenalkan produk kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
Salah satu yang terus didorong adalah pengembangan industri kopi Banjarnegara. Berbagai festival dan ajang promosi diharapkan mampu semakin memperkenalkan karakter serta cita rasa khas Kopi Dieng kepada masyarakat luas.
Prestasi Kopi Dieng di tingkat nasional menjadi bukti bahwa produk lokal Banjarnegara memiliki potensi untuk bersaing dengan produk dari berbagai daerah lainnya. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi petani kopi, pelaku UMKM, roastery, barista, dan seluruh pelaku industri kopi untuk terus meningkatkan kualitas produk dari sektor hulu hingga hilir.
DCF sendiri menjadi momentum yang mempertemukan kekayaan budaya dengan perkembangan ekonomi kreatif. Wisatawan tidak hanya disuguhi keindahan alam dan tradisi masyarakat Dieng, tetapi juga dapat menikmati karya seni serta mengenal berbagai produk unggulan lokal.
Dengan kolaborasi yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan kebudayaan tetap lestari, para seniman memiliki ruang berekspresi, UMKM semakin berkembang, serta produk lokal Banjarnegara mampu menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
“Dari Dieng untuk Indonesia: Merawat Budaya, Menghidupkan Seni, Menguatkan UMKM, dan Mengharumkan Kopi Banjarnegara,” pungkas Bupati dr. Amalia Desiana. (One)









