Grebeg Suran Sunan Geseng ke-6 di Gumelem Kulon, Lestarikan Tradisi dan Budaya Leluhur

banner 468x60

BANJARNEGARA – Pemerintah Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, kembali menggelar Grebeg Suran Sunan Geseng ke-6 di kawasan Makam Sunan Geseng, Selasa (7/7/2026). Tradisi tahunan ini menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat, tokoh adat, perangkat desa, serta tamu undangan. Berbagai prosesi adat digelar dengan khidmat, dipadukan dengan hiburan rakyat yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi Pendeman, yakni penguburan kepala kambing di dekat tugu prasasti sebagai simbol doa keselamatan, keberkahan, dan kemakmuran bagi masyarakat Desa Gumelem Kulon.

Selanjutnya, peserta mengikuti kirab budaya menuju Makam Sunan Geseng untuk melaksanakan doa bersama. Prosesi inti kemudian dilanjutkan dengan Jamasan Pusaka, yaitu ritual pencucian keris dan kain pusaka peninggalan leluhur sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan sejarah.

Suasana semakin semarak dengan pertunjukan kesenian embeg yang menghibur masyarakat. Acara kemudian ditutup dengan tradisi Rembutan Gunungan, di mana warga berebut hasil bumi sebagai simbol berkah, kemakmuran, dan kebersamaan.

Kepala Desa Gumelem Kulon, Arief Machbub, mengatakan Grebeg Suran merupakan agenda budaya tahunan yang lahir dari inisiatif masyarakat Gumelem bagian atas sebagai bentuk ungkapan syukur atas kesehatan, umur panjang, serta rezeki yang diberikan Allah SWT.

“Grebeg Suran ini sudah memasuki penyelenggaraan yang keenam. Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT sekaligus bentuk pelestarian adat dan budaya yang menjadi warisan leluhur,” ujarnya.

Arief menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Grebeg Suran tidak terlepas dari sinergi antara Pemerintah Desa Gumelem Kulon, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, serta seluruh elemen masyarakat yang bergotong royong menyukseskan acara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, Tursiman, S.Sos., menilai Grebeg Suran tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas berbagai kemajuan yang telah dicapai.

“Grebeg Suran merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas peningkatan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, kesejahteraan, hingga kerukunan dan kekompakan warga. Tradisi seperti ini harus terus dijaga agar tetap hidup dan berkembang,” tuturnya.

Menurut Tursiman, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berkomitmen mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya sebagai bagian dari pengembangan potensi wisata daerah.

Ia berharap Grebeg Suran Sunan Geseng yang telah terselenggara selama enam tahun berturut-turut dapat terus diwariskan kepada generasi muda sekaligus menjadi salah satu daya tarik wisata budaya unggulan di Kabupaten Banjarnegara.

(Tim Kominfo_rif)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *