
BANJARNEGARA, Vonisinvestigasi.id – Persoalan yang masih dihadapi pedagang Pasar Karangkobar pascarenovasi kembali menjadi perhatian. Salah satu pemilik kios, Unggul Prasetyanto, didampingi jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Jawa Tengah, menyampaikan aspirasi kepada Ketua DPRD Banjarnegara, Slamet, SM, dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD, Kamis (23/7/2026).
Silaturahmi tersebut bertujuan menyampaikan berbagai keluhan pedagang terkait fasilitas pasar yang dinilai masih memerlukan pembenahan setelah pembangunan kembali pascakebakaran.
Dalam pertemuan itu, Unggul mengungkapkan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian para pedagang, di antaranya instalasi listrik, pengelolaan tempat pembuangan sampah, hingga beberapa fasilitas pendukung lainnya yang dinilai perlu segera diselesaikan.
“Kami berharap berbagai persoalan pascarenovasi, terutama terkait fasilitas pasar, dapat menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga para pedagang bisa beraktivitas dengan lebih nyaman,” ujar Unggul.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Banjarnegara Slamet menyatakan siap mempelajari seluruh aspirasi yang disampaikan. Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar berbagai kekurangan yang masih ada dapat segera ditindaklanjuti.
“Saya juga memiliki kios di Pasar Karangkobar, sehingga memahami kondisi di lapangan. Alhamdulillah, pasar sudah dapat dibangun kembali dalam waktu kurang dari dua tahun setelah kebakaran. Terkait berbagai kekurangan, termasuk instalasi listrik, akan kami koordinasikan dengan OPD terkait. Yang terpenting pendataan dilakukan secara akurat agar penanganannya tepat sasaran,” kata Slamet.
Sementara itu, Ketua DPD AWI Jawa Tengah, Bayu Samudra, menjelaskan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk pendampingan terhadap masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara konstitusional.
Menurutnya, AWI sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Banjarnegara serta instansi teknis yang menangani pembangunan gedung pasar guna memperoleh informasi mengenai progres penyelesaian berbagai persoalan yang ada.
“Kami berharap aspirasi para pedagang dapat menjadi perhatian bersama sehingga penyelesaiannya berjalan secara terbuka, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Bayu.
Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog yang hangat dan konstruktif. Para pedagang berharap komunikasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan para pemilik kios dapat terus terjalin sehingga berbagai persoalan di Pasar Karangkobar dapat diselesaikan secara bertahap dengan mengedepankan kepastian hukum, rasa keadilan, serta kepentingan masyarakat.








