Diduga Berkedok Gelper, Bilyar Centre Bukit Mas Batam Disorot! APH Didesak Turun Tangan

banner 468x60

Batam,Vonisinvestigasi.id— Dibalik kemewahan gedung Billiard Centre (BC) di Komplek Bukit Mas, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam,kepulauan riau (kepri) tersimpan aktivitas Gelanggang Permainan (Gelper) yang diduga kuat menyelenggarkan praktik perjudian terselubung. Lokasi yang dibuat tersembunyi ini memicu keresahan warga sekitar dan mempertanyakan legalitas operasionalnya.

Untuk menghindari pantauan warga dan APH, akses masuk gelper diduga melalui pintu samping. Sementara itu, parkiran mobil berada di depan gedung BC dan parkir motor pemain diarahkan ke belakang melalui area perumahan Nagoya.

“Dari pintu masuk utama BC tidak terlihat ada gelper. Masuknya lewat pintu samping, Bang,” ungkap RJL, warga Nagoya.

Hasil pantauan langsung awak media di lapangan menemukan sejumlah mesin permainan, mulai dari tembak ikan, mahyong, hingga jenis permainan lainnya. Aktivitas tersebut terlihat menarik pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk pria dewasa, ibu rumah tangga, hingga remaja.

Di lokasi, diduga diterapkan skema pembelian saldo kredit, yakni Rp50.000 untuk 10.000 kredit dan Rp100.000 untuk 20.000 kredit. Selain itu, keberadaan wasit perempuan berusia muda turut menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan mengenai pola operasional serta mekanisme permainan yang diterapkan pengelola.

Temuan ini diharapkan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan apakah aktivitas tersebut sesuai ketentuan atau mengandung unsur pelanggaran hukum.

Dugaan praktik perjudian turut disorot dari mekanisme penukaran hadiah. Pemain yang menang disebut menerima voucher, di antaranya kartu bertuliskan 50 GBC Nomor 000557 dengan nilai tukar Rp100.000. Tercatat pula voucher 50 GBC bernomor 001171 dan GBC No 001339.

Menurut keterangan wasit, penukaran satu slop rokok Sampoerna mensyaratkan tiga kartu kredit, tambahan uang Rp50.000 serta biaya administrasi Rp10.000. Rokok kemudian diserahkan melalui kasir.

Mekanisme penukaran voucher, kredit, dan uang tunai ini menjadi alarm bagi aparat penegak hukum.segera turun ke lapangan, mengusut dugaan praktik tersebut, dan menindak tegas pihak yang terbukti melanggar hukum. Jangan sampai aktivitas yang diduga menyamarkan praktik perjudian terus beroperasi tanpa pemeriksaan dan kepastian hukum.

Usai menerima satu slop rokok Sampoerna dari kasir, pemain diarahkan keluar melalui pintu belakang menuju parkiran perumahan di samping gedung BC. Di lokasi tersebut, seorang pria paruh baya disebut menukar rokok itu dengan uang tunai Rp350.000. Pola penukaran ini menimbulkan dugaan adanya transaksi terselubung yang perlu diusut aparat penegak hukum.
​
​Praktik semacam ini terancam sanksi hukum berat. Berdasarkan Pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), segala bentuk penyelenggaraan perjudian diancam dengan sanksi pidana penjara. Selain itu, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian secara tegas mengatur sanksi pidana bagi pihak penyelenggara maupun pemain yang terlibat.

​Demi menaungi asas keberimbangan berita (cover both sides), tim media telah berupaya melakukan konfirmasi tertulis via WhatsApp kepada pihak pengelola Billiard Centre (Ags dan Asm). Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada respons maupun tanggapan resmi dari kedua belah pihak.

Maraknya dugaan operasional gelper terselubung di wilayah Lubuk Baja, Kota Batam, membuat warga mendesak aparat penegak hukum (APH), mulai dari Polsek Lubuk Baja, Polresta Barelang hingga Polda Kepri, khususnya Kapolda Kepri yang baru, agar segera turun ke lapangan melakukan razia dan menindak tegas pihak yang terbukti melanggar hukum.

Warga khawatir aktivitas tersebut dapat memicu kecanduan bermain dan menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi. Masyarakat meminta penegakan hukum dilakukan secara tegas, transparan, dan tanpa tebang pilih demi menjaga ketertiban umum serta memberikan kepastian hukum di Kota Batam.

(Tim/Red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *