Soroti Jalan Rusak dan Minim Penerangan di Wilayah II, Zarkasi Sthi Minta Pemkab Banjarnegara Perbaiki Perencanaan Infrastruktur. 

banner 468x60

Banjarnegara,Vonis Investigasi.id– Infrastruktur dasar di wilayah Kecamatan Bawang dan Purwonegoro atau Wilayah II Banjarnegara kembali menjadi sorotan publik. Kerusakan jalan serta minimnya lampu penerangan dinilai masih menjadi persoalan serius yang perlu segera dibenahi pemerintah daerah.

 

Anggota DPRD Banjarnegara dari Komisi III Fraksi Golkar, Zarkasi Sthi, menilai pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Ia menyoroti proses lelang proyek yang kerap dilakukan mendekati akhir tahun sehingga berdampak pada kualitas pekerjaan.

 

“Jalan itu kebutuhan masyarakat dan juga bagian dari visi misi bupati. Tetapi sering kali waktu lelangnya mepet, bahkan dikerjakan saat musim hujan sehingga kualitasnya tidak maksimal. Akibatnya baru satu bulan diperbaiki sudah rusak lagi,” ujar Zarkasi, Selasa (17/3/2026).

 

Menurutnya, salah satu penyebab cepat rusaknya jalan adalah tingginya aktivitas truk pengangkut material tambang yang setiap hari melintas dengan jumlah mencapai ratusan unit. Ia menilai untuk jalur yang dilalui kendaraan berat, seharusnya tidak menggunakan aspal melainkan rabat beton agar lebih tahan lama.

 

“Jalan yang dilalui tambang seperti Gumiwang–Pucung Bedug hingga Kali Tengah seharusnya menggunakan rabat beton. Jika hanya diaspal, apalagi kualitasnya kurang baik, pasti cepat rusak,” tegasnya.

 

Selain jalan, Zarkasi juga menyoroti ketimpangan pembangunan lampu penerangan jalan. Di sejumlah titik seperti Gumiwang hingga Pucung Bedug, menurutnya masih belum memiliki penerangan sama sekali sehingga kondisi jalan sangat gelap pada malam hari.

 

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi lintas sektor, baik dengan pemerintah provinsi maupun pusat, untuk mencari sumber pendanaan pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, ia meminta pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas tambang yang dinilai belum sebanding kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

“Kami di DPRD memberikan masukan dan pengawasan. Namun eksekusinya ada di eksekutif. Yang jelas, jalan rusak dan penerangan minim ini harus segera menjadi perhatian agar masyarakat tidak terus dirugikan,” pungkasnya.(Tim Red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *