JAKARTA – Bagi generasi sandwich, keputusan membeli rumah bukan sekadar soal keinginan, melainkan perhitungan finansial jangka panjang. Dengan tanggung jawab terhadap orang tua dan anak, perencanaan yang realistis menjadi kunci agar cicilan rumah tidak mengganggu stabilitas keuangan keluarga.
Menurut PT HK Realtindo, langkah penting yang perlu dilakukan adalah menghitung kemampuan keuangan secara objektif. Skema pembayaran harus disesuaikan dengan kondisi pendapatan, dengan batas aman angsuran maksimal sepertiga dari penghasilan bulanan.
Selain itu, pemilihan hunian juga perlu mempertimbangkan fleksibilitas pembayaran. Rumah siap huni maupun pembangunan bertahap dapat menjadi opsi selama prosesnya jelas dan tidak memberatkan.
Sebagai bentuk dukungan, pengembang biasanya menawarkan promo awal tahun untuk meringankan beban awal konsumen, mulai dari subsidi uang muka hingga pembebasan biaya-biaya tertentu, sehingga rencana kepemilikan rumah menjadi lebih terjangkau bagi generasi sandwich.









