Balikpapan, 13 Januari 2026 – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi RDMP Balikpapan pada Senin (12/1), sekaligus menegaskan kemandirian energi Indonesia. Infrastruktur ini tidak hanya meningkatkan kapasitas kilang hingga 360 ribu barel per hari, tetapi juga mendukung produksi BBM ramah lingkungan setara Euro V.
Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menekankan proyek ini menunjukkan peran Pertamina sebagai soko guru energi nasional, sekaligus mendukung transisi energi bersih. “Kita berkomitmen mencapai Net Zero Emission 2060, sejalan dengan Sustainable Development Goals,” ujarnya.
Selain fasilitas hulu-hilir yang terintegrasi, RDMP Balikpapan juga membangun tangki penyimpanan 1 juta barel, dermaga terapung SPM, dan pipa Senipah-Balikpapan untuk mendukung distribusi energi secara efisien. Infrastruktur ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan impor BBM dan LPG.
Proyek ini juga menekankan aspek sosial dan keberlanjutan, dengan fokus pada keselamatan kerja, tata kelola yang disiplin, dan pemberdayaan manusia sebagai tulang punggung operasional. Pertamina memastikan bahwa setiap langkah proyek memberikan manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial bagi bangsa.









