vonisinvestigasi.id – Pemerintah Indonesia menunjukkan kesigapan dalam menanggapi gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah sejak 25 Agustus 2025. Aksi yang dipicu oleh isu kenaikan tunjangan DPR dan tuntutan buruh ini kini tengah dalam proses penyelesaian secara sistematis oleh berbagai pihak terkait di pemerintahan.
Respons cepat datang dari Presiden Prabowo Subianto yang langsung menggelar konferensi pers untuk menanggapi perkembangan situasi, khususnya terkait korban jiwa yang jatuh. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah memprioritaskan keselamatan dan nyawa masyarakat di atas segalanya. Selain itu, SIAGA 98, sebuah kelompok advokasi, mengapresiasi dan mendesak jajaran menteri seperti Menteri Dalam Negeri, Menkopolhukam, dan PCO Hasan Hasbi untuk terus berkoordinasi secara aktif. Diharapkan, sinergi ini dapat segera menghadirkan solusi yang komprehensif.
SIAGA 98 menekankan bahwa kritik dan protes adalah bagian tak terpisahkan dari demokrasi. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memastikan setiap aksi unjuk rasa berjalan dengan aman, tanpa ada korban berjatuhan.
Dalam hal penegakan hukum, Kapolri dan Kapolda Metro Jaya juga didorong untuk mengambil langkah-langkah transparan dan akuntabel. Hal ini diperlukan untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap aparat. Dengan adanya investigasi yang jelas dan terbuka, diharapkan tidak ada lagi penanganan yang berujung pada kekerasan.
Hasanuddin, Koordinator SIAGA 98, menyatakan, “Yang terpenting saat ini adalah langkah konkret pemerintah untuk mengembalikan stabilitas sosial-politik dan menjamin tidak ada lagi korban berjatuhan.”
Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengendalikan situasi dan mengembalikan ketenangan di masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka dan tindakan yang proaktif, diharapkan Indonesia dapat segera pulih dari gejolak ini, menuju stabilitas yang lebih kuat dan berkesinambungan.
Hasanuddin
Koordinator SIAGA 98