Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto berencana meningkatkan kapasitas pendamping desa melalui pelatihan yang melibatkan unsur militer, termasuk jajaran Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Menurut Yandri, pelatihan tersebut bertujuan membentuk karakter pendamping desa agar lebih disiplin, menghargai waktu, patuh terhadap aturan, serta mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan.
“Mungkin dalam waktu dekat, kami ingin meningkatkan kapasitas sekaligus konsolidasi para pendamping desa. Bisa awal tahun atau pasca Lebaran, agar pendamping desa ini lebih militan. Mereka ini sebenarnya garda terdepan kami,” ungkap Menteri asal Bengkulu Selatan itu.
Ia menambahkan, pelatihan semacam ini juga sejalan dengan program Bela Negara yang bertujuan menumbuhkan rasa cinta tanah air, menjaga keutuhan bangsa, serta meningkatkan loyalitas pendamping desa terhadap organisasi dan negara.
Lebih lanjut, Mendes menjelaskan bahwa pendamping desa memiliki peran strategis dan multifaset dalam membentuk persepsi masyarakat. Mereka berfungsi sebagai fasilitator, komunikator, motivator, sekaligus penghubung antara program pemerintah dan masyarakat desa.
Dengan bimbingan dan pembinaan ala Kopassus, Yandri optimistis para pendamping desa akan semakin mudah diterima oleh masyarakat di berbagai daerah serta mampu menyebarkan informasi positif terkait program pemerintah.
“Ketika mereka bergerak menyebarkan berita-berita tentang pemerintah, dampaknya sangat positif. Pengalaman kami saat penanganan bencana di Aceh dan Sumatera menunjukkan respons yang luar biasa dan organik,” pungkasnya.









