Indramayu — Upacara mengenang tragedi kecelakaan bus calon transmigran pada 1974 kembali dilaksanakan dalam rangka HUT Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) ke-75. Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, memimpin upacara tabur bunga di Makam Pionir Transmigrasi, tempat 67 korban dimakamkan.
Viva Yoga mengisahkan kembali tragedi yang menewaskan hampir seluruh calon transmigran asal Boyolali tersebut. Dari 70 penumpang, hanya tiga anak yang selamat, termasuk Suyamto dan Jaelani. Menurut Wamen, para korban adalah pionir transmigrasi yang pergi dengan niat mulia untuk memperbaiki kehidupan keluarga.
Ia menekankan bahwa transmigran berperan penting dalam pembangunan nasional karena berhasil mengubah lahan kosong menjadi kawasan produktif serta memperkuat persatuan melalui akulturasi budaya. Pada acara itu, Kementrans juga memberikan santunan kepada dua penyintas serta penjaga makam.









