Jakarta – Penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera terus dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan fokus pada pemulihan infrastruktur dasar dan layanan permukiman. Tiga provinsi yang menjadi prioritas penanganan meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa hingga awal Januari 2026, terdapat 1.459 titik bencana yang mencakup kerusakan jalan, jembatan, bendung, jaringan irigasi, serta layanan air bersih.
Di sektor Bina Marga, sebanyak 1.961 ruas jalan terdampak, dengan 1.410 ruas telah kembali fungsional dan 551 ruas masih dalam tahap perbaikan. Selain itu, 743 jembatan daerah terdampak, di mana 623 unit masih memerlukan penanganan lanjutan, termasuk pemasangan Jembatan Bailey dan Armco.
Sementara di sektor Sumber Daya Air, Kementerian PU menangani 21 daerah irigasi nasional terdampak dengan luas layanan lebih dari 127 ribu hektare, serta melakukan perbaikan 13 bendung untuk menjaga keamanan wilayah hilir.
“Kami memastikan penanganan dilakukan menyeluruh, mulai dari konektivitas jalan hingga penyediaan air bersih dan hunian sementara,” kata Dody.
Saat ini, Kementerian PU juga tengah membangun hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang sebanyak 84 unit, serta merencanakan pembangunan 1.606 unit huntara di lima kabupaten terdampak lainnya.









