Kalapas Batam Hadiri FGD Reintegrasi Berkelanjutan, Aplikasi SIGAP Resmi Diluncurkan

banner 468x60

BATAM, VonisInvestigasi.id — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Batam menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Layanan Reintegrasi Berkelanjutan yang diselenggarakan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Batam di Hotel Wyndham, Jumat (16/10/2026).

Mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi untuk Memperkuat Layanan Reintegrasi yang Berkelanjutan”, kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam penyelenggaraan layanan pemasyarakatan, khususnya pembimbingan, pendampingan, dan pengawasan terhadap klien pemasyarakatan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran aplikasi SIGAP sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan melalui dukungan inovasi dan penguatan koordinasi lintas sektor.

Acara dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau, M. Pithra Jaya Saragih, yang sekaligus meresmikan peluncuran aplikasi SIGAP.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber turut memberikan pandangan mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan layanan reintegrasi sosial yang efektif, terpadu, dan berkesinambungan.

Para narasumber terdiri atas Dekan Fakultas Hukum Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Madya, Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Ditjenpas Kepulauan Riau, serta Kepala Seksi Hukum Polresta Barelang.

FGD ini menjadi forum strategis untuk menyatukan pandangan dan memperkuat kerja sama antarinstansi dalam mendukung proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.

Pembimbingan, pendampingan, dan pengawasan yang berkelanjutan merupakan bagian penting dalam membantu klien pemasyarakatan kembali beradaptasi dengan lingkungan sosial serta menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Karena itu, sinergi antara Lapas, Bapas, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, dan berbagai pihak terkait diperlukan agar proses reintegrasi dapat berjalan secara optimal.

Melalui diskusi tersebut, para peserta diharapkan dapat memperkuat koordinasi, berbagi perspektif, serta mengembangkan langkah-langkah kolaboratif dalam menghadapi tantangan pelaksanaan layanan pemasyarakatan.

Peluncuran aplikasi SIGAP menjadi salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut. Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan serta memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi jajaran terkait.

Pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik menjadi salah satu langkah untuk mendorong sistem kerja yang lebih efektif dan responsif. Meski demikian, implementasinya tetap membutuhkan koordinasi yang baik, kesiapan sumber daya manusia, serta dukungan infrastruktur yang memadai.

Dengan diluncurkannya aplikasi SIGAP, diharapkan upaya peningkatan pelayanan pemasyarakatan di wilayah Kepulauan Riau dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan dan tantangan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antarinstansi untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.

Keberhasilan reintegrasi tidak hanya bergantung pada proses pembinaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga membutuhkan pendampingan, pengawasan, serta dukungan lingkungan sosial ketika klien kembali ke masyarakat.

Oleh karena itu, kolaborasi berkelanjutan antara berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mewujudkan layanan pemasyarakatan yang profesional, terpadu, dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial.

Partisipasi Kalapas Batam dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi jajaran pemasyarakatan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan dan membangun sistem reintegrasi sosial yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Pance T.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *