Dinkes Banjarnegara Gelar Cek Kesehatan Gratis di Kebutuhduwur, Perkuat Deteksi Dini Tuberkulosis

banner 468x60

BANJARNEGARA, vonisinvestigasi.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara bersama Kementerian Kesehatan dan Puskesmas Kecamatan Pagedongan menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan program Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TB) di Desa Kebutuhduwur, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula serbaguna Desa Kebutuhduwur tersebut dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai. Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan sejumlah mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kebutuhduwur.

Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Warga datang untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus mengikuti skrining sebagai bagian dari upaya pemerintah melakukan deteksi dini penyakit tuberkulosis.

Berdasarkan pantauan di lokasi, jumlah warga yang hadir mencapai lebih dari 100 orang. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk bagi warga yang merasa tidak memiliki keluhan kesehatan.

Sekretaris Desa Kebutuhduwur mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi serta kepada jajaran Dinas Kesehatan dan pihak terkait yang telah memberikan pelayanan kesehatan kepada warga.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan baik. Terima kasih kepada masyarakat Kebutuhduwur yang sudah peduli dan mau melakukan cek kesehatan guna memastikan kondisi kesehatannya,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran warga untuk selalu menjaga kesehatan dan melakukan cek kesehatan secara berkala. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan karena warga Kebutuhduwur telah mendapat perhatian terkait kesehatan,” tambahnya.

Terintegrasi dengan Program ACF TB

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, Nunuk, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berupa CKG, tetapi juga merupakan bagian dari program Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang dilakukan dengan mendatangi rumah warga atau jemput bola.

“Ini adalah kegiatan ACF TB atau Active Case Finding Tuberkulosis yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG),” jelas Nunuk.

Ia menjelaskan, sebelumnya petugas kesehatan telah melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga dengan didampingi Bhabinkamtibmas desa setempat. Pemeriksaan dilakukan terhadap anggota keluarga yang tinggal serumah maupun mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien atau orang yang diduga memiliki gejala TB.

“Dengan memeriksa semua yang serumah dan kontak erat langsung, selanjutnya kita lakukan pemeriksaan dan skrining. Apabila ada yang mengalami gejala batuk, maka kita ambil sampel dahaknya untuk diperiksa,” terangnya.

Menurut Nunuk, kegiatan kemudian dilanjutkan secara terpusat di aula balai desa agar proses pemeriksaan dapat dilakukan lebih cepat dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Kegiatan ini kita lanjutkan dan kita laksanakan di aula balai desa ini agar semuanya bisa cepat teratasi. Sebelumnya kami juga sudah melakukan jemput bola, tetapi selanjutnya agar lebih cepat tertangani, pemeriksaan dilakukan secara serempak di balai desa,” katanya.

Target Eliminasi TB 2030

Nunuk menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.

Khusus di Kabupaten Banjarnegara, terdapat sekitar 140 titik lokasi yang menjadi sasaran kegiatan serupa.

“Untuk di Banjarnegara ada 140 titik lokasi kegiatan semacam ini. Untuk Desa Kebutuhduwur, warga yang kami undang sebanyak 100 orang. Namun, alhamdulillah di luar dugaan, antusias warga untuk melakukan cek kesehatan sangat banyak,” ungkapnya.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menjadi modal penting dalam upaya pemerintah menemukan kasus TB sedini mungkin.

Pemeriksaan dan skrining tersebut diharapkan mampu menemukan masyarakat yang memiliki gejala atau berisiko TB sehingga dapat segera mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan pengobatan apabila dinyatakan positif.

“Kami berharap sesuai dengan tujuan kegiatan ini, pemerintah Indonesia memiliki target pada 2030 untuk mencapai eliminasi TB. Angka kesakitan dan kematiannya kita tekan dan turunkan semaksimal mungkin,” jelasnya.

Ia menegaskan, deteksi dini menjadi salah satu langkah penting dalam memutus mata rantai penularan TB di masyarakat.

“Dengan seperti ini kita jaring dan kita deteksi. Kalau ditemukan, segera kita obati supaya tidak menular kepada yang lain,” pungkas Nunuk.

Warga Sambut Baik CKG

Sejumlah warga yang mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya CKG di Desa Kebutuhduwur.

Warga mengaku terbantu karena dapat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan dengan mudah tanpa harus pergi jauh ke fasilitas kesehatan.

Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan terjadwal sehingga warga memiliki kesempatan untuk memantau kondisi kesehatannya secara berkala.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut juga dinilai memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala penyakit, termasuk TB, sejak dini.

Camat Pagedongan Dorong Pelayanan Jemput Bola

Apresiasi juga disampaikan Camat Pagedongan, Purwanto, SE., M.Si. Ia menilai tingginya kesadaran masyarakat Kebutuhduwur untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan merupakan hal positif.

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Kebutuhduwur yang peduli terhadap pentingnya cek kesehatan. Meskipun merasa sehat, tetap lakukan Cek Kesehatan Gratis untuk memastikan diri kita sehat,” ujarnya.

Purwanto juga mendorong petugas kesehatan agar memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses pelayanan kesehatan, terutama penyandang disabilitas dan lanjut usia.

“Kalau diperlukan, petugas kesehatan dapat melakukan jemput bola untuk melayani masyarakat disabilitas dan lansia, agar program tersebut dapat tercapai sesuai dengan harapan kita bersama,” katanya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kesehatan, jajaran Puskesmas Pagedongan, pemerintah desa, mahasiswa KKN UNSIQ, serta seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

“Kesehatan diri sangatlah penting demi mewujudkan masyarakat yang sehat,” pungkasnya.

Kegiatan CKG yang terintegrasi dengan ACF TB di Desa Kebutuhduwur tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan semata. Lebih dari itu, kegiatan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan, melakukan deteksi dini, serta segera mendapatkan penanganan apabila ditemukan penyakit.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat tuberkulosis serta mendukung target eliminasi TB pada 2030.

(Red: One)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *