KONI Banjarnegara Dorong Sport Tourism Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

banner 468x60

BANJARNEGARA, vonisinvestigasi.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banjarnegara mendorong pengembangan sport tourism sebagai strategi memperkuat perekonomian daerah. Melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga, sektor pariwisata, UMKM, hingga jasa diharapkan ikut tumbuh dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Gagasan tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk “Sport Tourism dan Ekonomi Kerakyatan” yang digelar di Gedung Kuliner Banjarnegara, Minggu (19/7/2026) malam, bertepatan dengan kegiatan nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026.

Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, mengatakan olahraga kini tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Menurutnya, meski Banjarnegara masih menghadapi tantangan dari sisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan tingkat kemiskinan, prestasi olahraga daerah mampu bersaing dengan sejumlah kabupaten dan kota yang memiliki kondisi ekonomi lebih baik.

“Prestasi olahraga Banjarnegara terus meningkat. Potensi ini harus dimanfaatkan sebagai kekuatan untuk menggerakkan sektor ekonomi melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga,” ujarnya.

Nurohman mencontohkan keberhasilan Banjarnegara saat menjadi tuan rumah Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2025 untuk cabang olahraga tinju dan bola voli putra. Saat itu, tingkat hunian hotel dan homestay meningkat signifikan karena kedatangan atlet, ofisial, dan suporter dari berbagai daerah.

Kondisi tersebut, kata dia, membuktikan bahwa setiap penyelenggaraan event olahraga mampu menciptakan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha lokal, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi hingga perdagangan.

Ke depan, KONI berharap Gedung Kuliner Banjarnegara dapat dimanfaatkan sebagai pusat penyelenggaraan berbagai kejuaraan olahraga, seperti tenis meja, pencak silat, maupun cabang olahraga lainnya, sehingga semakin banyak masyarakat yang berkunjung dan berdampak pada peningkatan pendapatan pedagang.

Nurohman juga mengusulkan agar Banjarnegara mengadopsi konsep pengembangan sport tourism seperti yang diterapkan Kota Solo, di mana pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan event olahraga melalui kemudahan perizinan, penyediaan fasilitas, dan sarana pendukung lainnya.

“Ketika sebuah daerah rutin menjadi tuan rumah kejuaraan, peserta dan penonton datang, menginap, berbelanja, menikmati kuliner, hingga berwisata. Efek bergandanya sangat besar bagi perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Dukungan terhadap konsep tersebut juga disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banjarnegara, Akhmad Fajar. Menurutnya, kolaborasi antara olahraga dan sektor pariwisata dapat menjadi peluang baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Ia menilai meningkatnya jumlah pengunjung saat penyelenggaraan event olahraga akan memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM, pedagang kuliner, penyedia jasa, hingga destinasi wisata di Banjarnegara.

“Sport tourism memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Semakin banyak event olahraga digelar, semakin besar pula peluang usaha yang tercipta bagi masyarakat,” katanya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dunia usaha, dan masyarakat, Banjarnegara diharapkan mampu menjadikan olahraga sebagai salah satu sektor unggulan yang tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *