JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan dan kualitas pendidikan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi baru di daerah. Hal tersebut disampaikan Ketua Komite IV DPD RI, Senator H. Ahmad Nawardi, merespons gugatan anggaran MBG di Mahkamah Konstitusi (MK).
Nawardi menjelaskan, pelaksanaan MBG melalui Badan Gizi Nasional (BGN) melibatkan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyerap tenaga kerja lokal serta memanfaatkan bahan pangan dari petani dan nelayan setempat.
“Melalui SPPG, kita memberdayakan ahli gizi, petani, dan nelayan, sekaligus memutus rantai stunting yang selama ini menghambat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberlanjutan MBG sangat penting untuk menciptakan kemandirian pangan, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan memperkuat fondasi human capital Indonesia secara berkelanjutan.









