Kementerian Transmigrasi Dorong Bambu Sebagai Komoditas Ekonomi dan Pelestarian Alam di Bali

banner 468x60

Jakarta, 1 Februari 2026 – Kementerian Transmigrasi mendorong pengembangan berbagai varietas bambu sebagai komoditas bernilai tinggi sekaligus upaya pelestarian lingkungan. Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, memperkenalkan Ajik Krisna pada Aki Jatnika, pakar bambu internasional, di Padepokan Bambu Indonesia, Bogor.

Bambu varietas reed dapat diolah menjadi fiber bamboo, yang kemudian dijadikan bahan tekstil untuk kaos, jaket, kaos kaki, dan aksesoris lain. Selain bernilai ekonomi tinggi, tanaman ini juga berfungsi sebagai penyerapan karbon dioksida, sehingga berpotensi menjadi komoditas pasar karbon.

Ajik Krisna berencana membangun kampung wisata berbasis bambu seluas 30 hektar di Bali Utara, mencakup pusat riset, museum bambu, perkampungan bambu, dan pusat kuliner, yang mengintegrasikan penanaman bambu dengan pengolahan menjadi produk UMKM bernilai tambah.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *