. Kebutuhan Darah Nasional Tinggi, Mendes Yandri Libatkan Desa sebagai Solusi

banner 468x60

Jakarta – Tingginya kebutuhan darah nasional mendorong Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menggagas gerakan donor darah berbasis desa. Program ini diharapkan mampu menutup kekurangan stok darah yang selama ini kerap terjadi.

Yandri menyebut, setiap tahun Indonesia membutuhkan sekitar 5,6 juta kantong darah. Namun, ketersediaan darah masih belum sebanding dengan kebutuhan tersebut.

“Desa memiliki peran strategis karena mayoritas penduduk Indonesia tinggal di desa. Jika desa bergerak, kebutuhan darah nasional bisa terpenuhi,” ujar Yandri, Kamis (8/1/2026).

Ia menegaskan, gerakan donor darah dari desa akan dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kesehatan dan PMI. Edukasi kepada masyarakat desa menjadi kunci utama untuk menghapus stigma negatif tentang donor darah.

Sebagai bentuk komitmen, Kemendes PDT telah mengawali kegiatan donor darah pada Peringatan Hari Desa 2026 yang diikuti ratusan pegawai kementerian dengan pemeriksaan kesehatan ketat sebelum donor.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *