
Batam – Suasana berbeda terasa di Blok Hunian Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam, Minggu (19/1/2026). Sejak pagi, warga binaan tampak berkumpul dengan rapi, mengikuti peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar sebagai bagian dari pembinaan rohani.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an membuka kegiatan, menciptakan nuansa religius yang menenangkan. Sejenak, rutinitas kehidupan di balik jeruji seolah berganti dengan suasana penuh doa dan perenungan. Ceramah agama yang disampaikan mengajak seluruh peserta untuk memahami makna perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, terutama tentang pentingnya salat sebagai pondasi hidup dan jalan memperbaiki diri.
Bagi sebagian warga binaan, peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Momen Isra Mi’raj menjadi ruang refleksi untuk menata kembali hati dan harapan. Banyak di antara mereka yang mengaku menjadikan kegiatan keagamaan sebagai penguat mental selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Rutan Kelas IIA Batam menyampaikan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, perubahan perilaku tidak hanya dibentuk melalui aturan, tetapi juga melalui sentuhan nilai-nilai keagamaan.
“Pembinaan rohani seperti ini kami harapkan bisa menumbuhkan kesadaran dari dalam diri. Warga binaan diharapkan mampu memperbaiki sikap, memperkuat iman, dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung khidmat hingga akhir. Tidak hanya mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan, peringatan Isra Mi’raj ini juga menjadi simbol bahwa di balik tembok Rutan, selalu ada ruang untuk perubahan, harapan, dan kehidupan yang lebih bermakna.
(Pance T)








