BLK Nusakambangan: Mengubah Penjara Menjadi Pusat Pelatihan Produktif

banner 468x60

Nusakambangan, 6 November 2025 – Nusakambangan, yang selama ini dikenal sebagai pulau penjara, kini memiliki wajah baru. Balai Latihan Kerja (BLK) di lapas-lapas di sini menjadi tempat warga binaan menimba keterampilan yang akan membantu mereka mandiri saat kembali ke masyarakat. Mulai dari agribisnis, pengolahan pupuk, konveksi, hingga budidaya udang, setiap program dirancang agar warga binaan memiliki bekal keterampilan sekaligus etos kerja yang kuat.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menekankan bahwa transformasi Nusakambangan menjadi pusat pelatihan tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan lapas, tetapi juga mempersiapkan warga binaan menghadapi dunia nyata.

“Nusakambangan kini bukan hanya tempat penahanan, tapi tempat mereka belajar bertahan dan produktif. Ketika bebas, mereka punya modal untuk membangun kehidupan baru,” ujarnya saat Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto menambahkan, inisiatif ini menunjukkan bahwa birokrasi bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kolaborasi antar kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pihak swasta menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Program BLK Nusakambangan juga selaras dengan reformasi birokrasi tematik, yang menekankan inovasi yang berdampak nyata dan terukur.

Dalam kunjungan ke lapangan, para pejabat meninjau berbagai BLK, termasuk Pabrik FABA, BLK pengolahan pupuk, konveksi, budidaya sidat, tepung nirbaya, budidaya udang vaname, pelintingan rokok, hingga BLK ayam KUB dan petelur. Setiap BLK memberi pengalaman nyata bagi warga binaan, membekali mereka keterampilan hidup sekaligus membangun ketahanan pangan nasional dan kemandirian lapas.

(Alda)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *