Jakarta – Selain memulihkan konektivitas pascabencana, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan penanganan permanen jembatan dan jalan nasional di Aceh diarahkan untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur agar lebih andal dan berkelanjutan.
Enam jembatan yang akan ditangani secara permanen antara lain Jembatan Krueng Tingkeum, Krueng Meureudu, Teupin Mane, Krueng Beutong, Lawe Mengkudu I, dan Krueng Pelang. Seluruh jembatan tersebut sebelumnya telah difungsionalkan kembali melalui pemasangan jembatan Bailey.
Selain penggantian atau rehabilitasi jembatan, Kementerian PU juga menyiapkan perbaikan daerah aliran sungai (DAS) serta penanganan badan jalan yang hilang akibat banjir dan longsor.
“Kami tidak hanya membangun kembali, tetapi memperkuat agar infrastruktur jalan dan jembatan nasional di Aceh lebih aman dan tahan terhadap risiko bencana ke depan,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo.
Dengan dimulainya penanganan permanen pada Januari 2026, Kementerian PU berharap konektivitas, aktivitas ekonomi, dan mobilitas masyarakat Aceh dapat pulih secara optimal dan berkelanjutan.









