Darurat Sampah Tangsel, Pemkot–Pemprov Banten Bergerak Bersama Tindaklanjuti Instruksi Menteri LH

banner 468x60

TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengambil langkah terkoordinasi untuk menangani kondisi darurat sampah yang melanda kota. Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq.

Sekretaris Daerah Kota Tangsel Bambang Noertjahjo mengatakan, komunikasi intensif terus dilakukan dengan Pemprov Banten guna memastikan penanganan sampah berjalan cepat, terukur, dan sesuai arahan pemerintah pusat.

“Penanganan sampah membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemkot Tangsel dan Pemprov Banten terus berkoordinasi agar setiap langkah sejalan dengan kepentingan masyarakat,” ujar Bambang, Rabu (24/12/2025).

Menteri LH sebelumnya meninjau langsung kondisi Tangsel dan menemukan ketimpangan serius antara produksi sampah 1.100 ton per hari dengan kapasitas TPA Cipeucang yang hanya 400 ton per hari. Kekurangan lebih dari 600 ton per hari dinilai berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.

Sebagai solusi darurat, Pemkot Tangsel membuka kembali operasional TPA Cipeucang, meski masih dalam masa sanksi administratif, sesuai instruksi Menteri LH. Pembukaan ini dilakukan bersamaan dengan penataan dan perbaikan infrastruktur TPA.

Selain itu, pengelolaan sampah juga dimaksimalkan melalui 54 unit TPS3R serta seluruh fasilitas pengolahan sampah yang tersedia di Tangsel.

Gubernur Banten Andra Soni turut berperan aktif dengan memfasilitasi kerja sama lintas daerah. Pemprov Banten menjembatani kerja sama antara Pemkot Tangsel dan Pemerintah Kota Serang untuk pengalihan sampah ke TPSA Cilowong.

Kerja sama tersebut ditargetkan mampu mengalihkan 500 ton sampah per hari selama empat tahun, dengan pelaksanaan teknis direncanakan mulai Januari 2026.

“Peran Pemprov Banten sangat membantu percepatan solusi komprehensif sesuai arahan Menteri LH,” kata Bambang.

Menteri LH menegaskan pembukaan TPA Cipeucang dilakukan dengan pengawasan ketat Tim Gakkum KLHK untuk memastikan standar lingkungan dan kesehatan tetap terjaga.

Pemkot Tangsel juga menyiapkan rencana jangka panjang, termasuk perbaikan TPA Cipeucang, penguatan pengelolaan sampah desentralisasi, serta pembangunan PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi) yang ditargetkan beroperasi pada 2029.

“Kami berkomitmen menangani sampah secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan demi kesejahteraan 1,4 juta warga Tangsel,” tutup Bambang optimistis.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *