BANDUNG – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mendorong agar masa purna bakti ASN tidak dipandang sebagai berhentinya kontribusi, melainkan sebagai momentum transformasi peran di masyarakat.
Menurutnya, selama masa aktif, ASN telah ditempa melalui berbagai pengembangan kompetensi dan pengalaman kerja yang panjang. Pengetahuan, kebijaksanaan, serta kemampuan manajerial yang dimiliki dinilai menjadi modal penting untuk terus berkontribusi setelah purna tugas.
“Pengalaman tersebut tidak berhenti begitu saja. Saya berharap justru bertransformasi menjadi aset sosial dan ekonomi yang memberi nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya dalam seminar di Universitas Padjadjaran, Bandung, Sabtu (24/1/2026).
Rini menambahkan bahwa masa purna bakti kerap dianggap sebagai fase yang sulit karena adanya kehilangan peran dan rutinitas kerja. Tanpa transisi yang baik, kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya kepuasan hidup dan kesejahteraan.
Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya mempersiapkan purna bakti secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga kesiapan mental dan sosial. Dengan perencanaan yang tepat, ASN purna bakti diharapkan tetap dapat berdaya dan berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.









